That night after the rain,
our laugh and stories,
a slice of cake for two,
two cups of coffee for us.
Same roads and streets today,
not like it used to,
I crossed them alone,
without you.
How empty?
Poetstory
Thursday, December 14, 2017
Friday, October 27, 2017
Dua Puluh Lima
Ketika kita
sama-sama
menjatuhkan
satu sama lain
atas nama
ingin mengerti
satu sama lain.
Apa kamu yakin,
bahwa itu cinta?
Kita egois
untuk memenangkan
pemikiran kita sendiri
yang tidak pernah
bisa sejalan.
Pada titik
dimana aku
belajar
untuk tenang,
aku hanya
diam,
tertawa,
dan tersenyum.
Masih saja, ya?
Hakimi saja aku
sesukamu
karena itu
tidak lagi
berarti.
sama-sama
menjatuhkan
satu sama lain
atas nama
ingin mengerti
satu sama lain.
Apa kamu yakin,
bahwa itu cinta?
Kita egois
untuk memenangkan
pemikiran kita sendiri
yang tidak pernah
bisa sejalan.
Pada titik
dimana aku
belajar
untuk tenang,
aku hanya
diam,
tertawa,
dan tersenyum.
Masih saja, ya?
Hakimi saja aku
sesukamu
karena itu
tidak lagi
berarti.
Monday, October 2, 2017
Dua Puluh Empat
"Jaga kesehatan,"
kataku.
"Tidak apa-apa,"
katamu.
Aku malu.
Bolehkah
aku pinjam
keuletanmu?
Sesuatu
yang aku
cinta
darimu.
Aku pelajari kamu
seperti buku novel
kesukaanku
yang tidak rela
untuk aku habisi.
Kamu
Guru yang tidak
menggurui.
Aku rindu.
kataku.
"Tidak apa-apa,"
katamu.
Aku malu.
Bolehkah
aku pinjam
keuletanmu?
Sesuatu
yang aku
cinta
darimu.
Aku pelajari kamu
seperti buku novel
kesukaanku
yang tidak rela
untuk aku habisi.
Kamu
Guru yang tidak
menggurui.
Aku rindu.
Saturday, September 9, 2017
Dua Puluh Tiga
Dengan siapa pun aku,
tidak ada yang bisa
menandingi
senyaman-nyamannya
bersama kamu.
Bolehkah aku pulang
kepadamu?
Ke pelukmu?
Aku lelah.
Sedang kamu,
masih saja senang
bermain dalam duniamu.
Bagaimana cara
membunuh waktu?
Tolong
ajari aku.
tidak ada yang bisa
menandingi
senyaman-nyamannya
bersama kamu.
Bolehkah aku pulang
kepadamu?
Ke pelukmu?
Aku lelah.
Sedang kamu,
masih saja senang
bermain dalam duniamu.
Bagaimana cara
membunuh waktu?
Tolong
ajari aku.
Monday, May 9, 2016
Dua Puluh Dua
Tidak ada kata yang cukup,
Yang dapat mewakili,
Segala hal dan rasa,
Yang terlalui.
Tak berkemanusiaankah aku,
Jika pada akhirnya,
Aku pergi tanpa pamit?
Tak berperasaankah aku,
Jika aku,
Memerdekakan diri?
Tanda tanya itu,
Semakin besar,
Tumbuh,
Tiada henti.
Tanda tanya itu,
Membuatku ingin berlari,
Dan pergi.
Penyerahkah aku?
Pengecutkah aku?
Yang dapat mewakili,
Segala hal dan rasa,
Yang terlalui.
Tak berkemanusiaankah aku,
Jika pada akhirnya,
Aku pergi tanpa pamit?
Tak berperasaankah aku,
Jika aku,
Memerdekakan diri?
Tanda tanya itu,
Semakin besar,
Tumbuh,
Tiada henti.
Tanda tanya itu,
Membuatku ingin berlari,
Dan pergi.
Penyerahkah aku?
Pengecutkah aku?
Subscribe to:
Comments (Atom)