Monday, July 6, 2015

Sepuluh

Mereka bilang jangan mendekat,
Berbahaya.
Aku mendekat,
Senang berada di ambang bahaya.

Sangat rumit, katamu.
Aku tidak yakin.
Sangat sederhana, menurutku.
Tapi kebanyakan manusialah yang rumit.

Kamu, hanya hidup dengan caramu,
Yang berbeda dengan cara hidup orang lain.

Sekali lagi,
Mereka rumit.
Kamu sederhana.

Pemikiranmu terdefinisi rumit,
Karena mereka tidak berpikir sesederhana itu.

Dan kamu, 
Akhirnya memilih menjadi seperti kepiting.
Cangkangmu keras,
Yang ada di dalammu, sebenarnya lembut.

Sunday, July 5, 2015

Sembilan

Harapanku tak masuk akal.

Aku harap,
Kita kembali menjadi orang asing,
Yang tidak pernah tahu apa-apa,
Tentang masing-masing dari kita.

Aku harap,
Kita kembali menjadi orang asing,
Ketika semua sederhana,
Hanya mengetahui nama.

Aku harap,
Kita kembali menjadi orang asing,
Berkenalan kembali,
Membangun 'pondasi kita' yang baru.

Aku harap,
Kita kembali menjadi orang asing,
Tanpa melupakan apa yang pernah terjadi,
Untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

Aku harap,
Kita kembali menjadi orang asing,
Yang tak perlu berucap apa-apa,
Tapi sudah mengerti semuanya.

Bisakah kita,
Menjadi orang asing?
Atau paling tidak,
Memulai semua kembali dari awal?

Saturday, July 4, 2015

Delapan

Kepada jiwa yang menyedihkan,
Maafkanlah mereka,
Ampunilah dirimu.
Tidak apa-apa.

Kepada jiwa yang menyedihkan,
Mengapa menjadi angkuh?
Terlalu malu untuk memaafkan?
Oh, telan saja gengsimu!

Kepada jiwa yang menyedihkan,
Kau mungkin butuh secarik cinta.
Mereka memberimu,
Kau menolaknya.

Kepada jiwa yang menyedihkan,
Bernapaslah.
Hidup.

Tujuh

Terima kasih kepastian,
Aku tak perlu lagi menunggu.

Terima kasih kepastian,
Aku tak perlu repot lagi mencari perhatian.

Terima kasih kepastian,
Telah mengeluarkanku dari ambang keraguan.

Terima kasih kepastian,
Akhirnya aku tahu pijakan untuk melangkah.

Terima kasih kepastian,
Akan sangat bodoh jika aku tangiskan.

Terima kasih kepastian,
Aku merasakan kebebasan.

Terima kasih kepastian,
Untuk memberikan pelajaran.

Dan terima kasih kamu,
Untuk memberikan kepastian.

Friday, July 3, 2015

Enam

Kepada tanda tanya,
Mengapa semuanya abu-abu?
Kapan aku harus berhenti?

Kepada tanda tanya,
Aku tak pernah mengerti,
Terima kasih telah menemani.

Kepada tanda tanya,
Bisakah aku bertemu dengan titik?