Thursday, March 12, 2015

Empat

Kau adalah pahlawanku,
Berjuang untukku.
Letihmu aku rasa,
Kau bilang kau tak apa.

Tumpah air mata,
Kau sembunyi.
Luka hatimu,
Kau tutupi.

Doamu selalu indah,
Bersamaku di setiap waktu,
Memapah jalanku,
Menghapus tangisku.

Pelukmu menghangatkanku,
Mengobati lukaku,
Penghapus lelahku,
Seperti pulang ke pangkuanmu.

Kau bermimpi,
Kita akhirnya bahagia,
Seperti dalam cerita,
Mengalahkan kejinya dunia.

Oh, Ibu..
Tumpukan hutangku,
Takkan pernah mampu kubayar.

Aku di sini,
Berjuang,
Mendoakanmu.

Terima kasih.

Wednesday, March 11, 2015

Tiga

Kulihat kebahagiaan di matamu,
Menari-nari indah,
Tak sabar akan petualangan baru,
Kau akan pergi.

Sebisaku memberimu kenangan indah,
Namun terlambat.
Inginku kau tetap tinggal,
Namun sudah terlambat.

Aku bahagia,
Aku berdusta.
Jiwaku rapuh,
Parasku tersenyum.

Untuk apa aku berusaha keras?
Tak punya alasan untuk berjuang.
Oh, Tuhan, mengapa?
Ragaku hidup, batinku mati.

Dua

Mereka bilang kita mengerikan,
Aku tak heran.
Mereka bilang kita sempurna,
Aku tertawa.

Mereka hanyalah penonton,
Dan kita adalah pemeran.
Oh sayang,
Bagaimanapun penikmat acara,
Tak pernah tahu di balik layar.

Mereka tak tahu,
Bahwa kita sebenarnya lelucon.

Satu

Aku adalah bunga matahari,
memberi dunia warna ceria,
Mereka bahagia,
Mereka ada.

Aku adalah bunga matahari,
Ragaku melemah,
Aku membusuk,
Mereka hilang.