Wednesday, January 20, 2016

Tujuh Belas

Bagaimanapun selamat tinggal sudah terucap,
Tetap saja ada yang mengiris,
Menyayat,
Dan pedih.

Lubuk itu tidak bisa berbohong.
Kau tahu?
Setiap kata yang kau ukir,
Memiliki bilah yang menusuk.

Rangkaian yang sangat indah,
Bukan untukku.
Dan aku, hanya bisa memandang,
Bertanya, 'Mengapa? Sampai kapan?'

Tak ada jawaban.
Bertanya pun entah pada siapa.
Sendiri dalam senyapmu,
Aku terjebak.

'Ini tentang waktu.'
Terkadang, waktu sangat keparat,
Menguras ikhlas dan sabar hingga habis.

Saturday, January 9, 2016

Enam Belas

Aku ingin tersesat,
Menyapa tak terduga.
Kepada suatu baru,
Hidup kembali.

Aku ingin melepas semua,
Lari dari mereka.
Aku bosan,
Lelah.

Berhenti mengurusi,
Bisakah?
Merasakan kegembiraan,
Melepas curiga,
Bisakah?

Tolong,
Tolong,
Jaga pikiranmu.
Jernihlah.

Biarkan aku hidup.

Sunday, January 3, 2016

Lima Belas

Terima saja yang aku beri
Jangan tanya apa maksudku
Karena aku hanya memberi
Tanpa harap imbalan

Aku tak ingin apa-apa
Jangan khawatir untuk mengembalikan
Atau takut kehilangan
Di lain waktu

Ambillah
Selama masih bisa
Memang untukmu

Bisakah engkau?
Menerimanya saja?