Aku masih di sini,
Dan selalu ada di sini.
Aku melihat semuanya,
Menjadi saksi bisumu,
Penonton atas pertunjukanmu.
Masih bertanya pada Tuhan,
"Apa maksud dari pertemuan kami?"
Tanpa tahu jawaban apa-apa,
Bahkan setelah selama ini.
Kepada Yang Maha Kuasa,
Beritahu aku bahwa penantian ini tidaklah sia-sia.
Sesekali aku ingin menghilang saja,
Mengasingkan kembali antara aku dan dia.
Bukan itu yang Kau mau, kan?
Aku melihat rangkaian benang-benang itu,
Satu per satu terulir,
Entah kapan menjadi kain.
Tuhan..
Dapatkah Engkau,
Memberitahuku, apa yang harus aku lakukan?
Sampai kapan aku harus berdiam?
Tak berdaya melihat dia, yang tertunduk haru.
Aku ingin menolongnya, Tuhan.
Tanpa menginterupsi pertunjukannya.
Bolehkah?
Kamu.
Kamu kuat, aku tahu.
Kamu bisa melewatinya, aku tahu.
Tanganku, mungkin tidak akan berarti.
Satu hal yang tak kamu tahu,
Kepada pelukku,
Adalah rumah untukmu berpulang.
Dan kamu masih saja bertualang.
No comments:
Post a Comment